Jenis Swivel dan Kegunaannya
Dalam pengangkatan beban (lifting), ada satu masalah yang sering kali luput dari perhatian namun berpotensi fatal: torsi atau puntiran. Ketika sebuah beban diangkat menggunakan tali baja atau rantai, beban tersebut cenderung berputar. Tanpa mekanisme yang tepat, putaran ini akan menyebabkan tali melintir, kehilangan kekuatannya, dan akhirnya putus.
Di sinilah peran Swivel menjadi krusial. Swivel adalah perangkat penyambung yang memungkinkan dua bagian yang terhubung untuk berputar secara independen satu sama lain. Ia adalah "sendi" yang membebaskan sistem dari tekanan rotasi.
Pada kesempatan kali ini kami akan membahas secara tuntas mengenai berbagai jenis swivel, mekanisme kerjanya, hingga kegunaannya di berbagai sektor industri.
1. Apa Itu Swivel dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Secara sederhana, swivel terdiri dari dua bagian utama (biasanya berupa lubang atau penjepit) yang dihubungkan oleh sebuah poros pusat. Bagian satu dapat berputar 360 derajat tanpa memengaruhi bagian lainnya.
Mekanisme internal swivel dibagi menjadi dua kategori utama:
- Bushings Swivel: Menggunakan selongsong logam untuk geseran. Cocok untuk aplikasi di mana rotasi tidak terjadi saat sedang menahan beban penuh (hanya untuk menghilangkan puntiran sebelum penarikan).
- Bearing Swivel: Dilengkapi dengan ball bearings atau roller bearings di dalamnya. Jenis ini dirancang khusus untuk tetap bisa berputar dengan lancar meskipun sedang memikul beban ribuan kilogram.
2. Klasifikasi Swivel Berdasarkan Bentuk Ujung (End-Fittings)
Bentuk ujung swivel menentukan bagaimana ia akan disambungkan ke perangkat lain seperti rantai, wire rope, atau shackle.
A. Eye-Eye Swivel
Kedua ujungnya berbentuk lubang lingkaran tertutup (eye).
- Kelebihan: Sangat aman karena tidak ada pin yang bisa lepas.
- Kegunaan: Digunakan untuk sambungan permanen atau semi-permanen. Biasanya disambungkan menggunakan shackle untuk menghubungkan rantai dengan wire rope.
B. Eye-Jaw Swivel (Eye & Clevis)
Satu ujung berbentuk lubang lingkaran, ujung lainnya berbentuk U (jaw) dengan pin yang bisa dilepas.
- Kelebihan: Sangat fleksibel. Ujung jaw memungkinkan swivel langsung dipasang ke mata rantai atau eye bolt tanpa perlu tambahan shackle.
- Kegunaan: Umum digunakan pada sistem sling tunggal.
C. Jaw-Jaw Swivel (Clevis-Clevis)
Kedua ujungnya berbentuk U dengan pin pengunci.
- Kelebihan: Memberikan kemudahan bongkar-pasang tercepat di kedua sisi.
- Kegunaan: Paling populer di industri konstruksi ringan dan maritim untuk penyambungan cepat.
Baca Juga:
Keunggulan Menggunakan Produk Crosby
3. Jenis Swivel Berdasarkan Aplikasi Industrinya
Setiap sektor membutuhkan standar kekuatan dan material yang berbeda. Berikut adalah pembagian jenisnya:
1. Swivel Rigging dan Konstruksi (Heavy Duty)
Dibuat dari baja paduan (alloy steel) Grade 80 atau lebih tinggi. Biasanya memiliki lapisan galvanis untuk menahan cuaca.
- Fungsi: Digunakan pada hook crane untuk mencegah kawat seling melintir saat mengangkat beton atau material berat.
- Standar: Harus memiliki sertifikasi uji tarik dan faktor keamanan yang jelas.
2. Swivel Jangkar (Anchor Swivel)
Terbuat dari baja tahan karat (stainless steel 316) agar tahan terhadap korosi air laut.
- Fungsi: Menghubungkan jangkar dengan rantai jangkar. Saat jangkar ditarik naik, swivel membantu jangkar berputar ke posisi yang benar agar pas saat masuk ke dalam lubang kapal (hawse pipe).
3. Swivel Pancing (Fishing Swivel)
Ukurannya sangat kecil, namun memiliki peran vital bagi pemancing.
- Fungsi: Mencegah senar pancing melintir saat umpan berputar di dalam air. Terdiri dari tipe barrel swivel (ekonomis) dan ball bearing swivel (performa tinggi).
4. Swivel Panjat Tebing dan Penyelamatan (Climbing & Rescue)
Terbuat dari aluminium tingkat tinggi (aviation grade aluminum) agar ringan namun sangat kuat.
- Fungsi: Digunakan dalam sistem tandu penyelamatan agar tali tidak berbelit saat korban dievakuasi secara vertikal.
Baca Juga:
Daftar Kegunaan Peralatan Rigging
4. Mengapa Anda Tidak Boleh Salah Memilih Swivel?
Banyak pengguna awam membeli swivel hanya berdasarkan ukuran fisiknya. Padahal, ada perbedaan besar antara Swivel Dekoratif dan Swivel Struktural.
- Kasus Torsi pada Wire Rope: Jika Anda mengangkat beban dengan wire rope tanpa swivel, kawat seling akan berusaha "melepas" pilinannya. Ini akan mengurangi kekuatan tali hingga 40% dan menyebabkan fenomena birdcaging (kawat terbuka seperti sangkar burung).
- Kasus Korosi: Menggunakan swivel baja biasa di lingkungan laut akan menyebabkannya macet hanya dalam hitungan minggu. Swivel yang macet bukan lagi sebuah swivel, melainkan hanya sebuah tautan kaku yang berbahaya.
5. Tips Perawatan dan Inspeksi Swivel
Agar swivel tetap berfungsi dengan baik dan tahan lama, lakukan langkah-langkah berikut:
- Pelumasan: Untuk jenis bearing swivel yang memiliki grease nipple, pastikan untuk menyuntikkan pelumas secara berkala agar putaran tetap mulus.
- Cek Putaran Tanpa Beban: Putar swivel dengan tangan. Jika terasa ada hambatan, bunyi berderit, atau terasa "berpasir" di dalamnya, kemungkinan bearing sudah pecah atau berkarat.
- Inspeksi Keretakan: Periksa bagian leher swivel. Ini adalah titik stres tertinggi. Jika ada tanda retakan rambut atau deformasi (mulai memanjang), segera ganti.
- Cek Pin Pengunci: Untuk tipe jaw, pastikan pin tidak bengkok dan kawat pengunci (cotter pin) terpasang dengan sempurna.
Swivel adalah solusi cerdas untuk menjaga integritas tali dan rantai Anda dari bahaya torsi. Dari ukuran mikro untuk memancing hingga ukuran raksasa untuk jangkar kapal, kegunaannya sangatlah vital. Memahami perbedaan antara eye dan jaw, serta antara bushing dan bearing, akan membantu Anda memilih alat yang tidak hanya efisien tetapi juga aman.
Jangan pernah meremehkan beban yang berputar. Pastikan setiap sistem pengangkatan Anda dilengkapi dengan swivel yang memiliki sertifikasi dan grade yang sesuai.
Apakah Anda saat ini sedang merancang sistem pengangkatan berat dan ragu antara memilih swivel? Kami dapat membantu menganalisis kebutuhan Anda berdasarkan berat beban dan frekuensi rotasi yang diperlukan.
Kami PT. Anugrah Sukses Marine sebagai distributor peralatan Rigging di Indonesia yang tersertifikasi dan terpercaya menyediakan produk-produk asli dan bersertifikat. Jangan ragu untuk membeli produk-produk Rigging di PT. Anugrah Sukses Marine, untuk informasi lengkap mengenai produk peralatan Rigging silahkan menghubungi tim marketing kami, tim kami siap melayani setiap pertanyaan yang Anda tanyakan.


