kontak asmarine

Fungsi dan Kegunaan Connecting Link

 

Dalam industri berat, sering kali kita melihat rangkaian rantai yang menahan beban puluhan ton. Namun, pernahkah Anda memperhatikan bagaimana potongan-potongan rantai tersebut tersambung satu sama lain, atau bagaimana sebuah kait (hook) baja bisa menyatu dengan sempurna pada ujung rantai?

Jawabannya terletak pada sebuah komponen kecil namun sangat perkasa yang disebut Connecting Link (juga dikenal sebagai Coupling Link atau Hammerlock). Meskipun ukurannya sering kali lebih kecil dibandingkan mata rantai utama, peran connecting link sangatlah krusial. Tanpanya, sistem pengangkatan tidak akan bisa bersifat modular dan fleksibel.

Dalam artikel kali ini kami akan membedah secara tuntas mengenai fungsi, jenis, cara pemasangan, hingga aspek keselamatan dari connecting link.

 

1. Apa Itu Connecting Link?

Connecting link adalah perangkat keras yang digunakan untuk menyambungkan dua komponen dalam sistem rantai atau tali baja. Komponen ini dirancang agar bisa dibuka dan ditutup (sering kali secara permanen setelah dikunci) untuk memungkinkan penggabungan rantai dengan komponen lain seperti master link, shackle, atau hook.

Sebagian besar connecting link industri modern terbuat dari Alloy Steel Grade 80 atau Grade 100 yang telah melalui proses perlakuan panas (heat treatment) untuk memastikan kekuatan tarik yang luar biasa dan ketahanan terhadap beban kejut.

 

2. Fungsi Utama Connecting Link

Mengapa kita tidak mengelas rantai saja? Mengapa memerlukan sebuah tautan penyambung khusus? Berikut adalah alasan dan fungsi utamanya:

A. Penyambung Rantai ke Komponen Lain

Fungsi paling umum adalah menghubungkan ujung rantai dengan fitting akhir. Misalnya, jika Anda ingin membuat sebuah chain sling (rantai angkat), Anda perlu menyambungkan rantai tersebut ke sebuah master link di bagian atas dan sebuah hook di bagian bawah. Connecting link bertindak sebagai "jembatan" yang mengunci kedua bagian tersebut.

B. Modularitas dan Perakitan di Lapangan

Dalam proyek konstruksi, kebutuhan panjang rantai bisa berubah-ubah. Dengan adanya connecting link, teknisi dapat merakit sling rantai dengan panjang yang spesifik tanpa perlu peralatan las di lokasi. Ini memberikan fleksibilitas operasional yang sangat tinggi.

C. Perbaikan Rantai yang Rusak

Jika satu mata rantai pada rangkaian panjang mengalami kerusakan atau aus, Anda tidak perlu membuang seluruh rangkaian tersebut. Anda dapat memotong bagian yang rusak dan menyambungkannya kembali menggunakan connecting link yang memiliki kapasitas beban yang sama atau lebih tinggi.

D. Penyambung Rantai Jangkar (Kenter Shackle)

Dalam dunia maritim, connecting link khusus yang disebut Kenter Shackle digunakan untuk menyambungkan dua shackle rantai jangkar. Bentuknya dirancang sedemikian rupa sehingga tetap mulus saat melewati roda penarik jangkar (wildcat).

 

 

3. Jenis-Jenis Connecting Link yang Umum di Industri

Berbagai aplikasi membutuhkan jenis penyambung yang berbeda. Berikut adalah klasifikasinya:

1. Hammerlock (Coupling Link)

Ini adalah jenis yang paling populer di industri rigging. Terdiri dari dua bagian tubuh yang berbentuk simetris, sebuah pin baja di tengah, dan sebuah selongsong (sleeve) pengunci yang berisi pegas internal atau penahan mekanis.

  • Cara Kerja: Dua bagian tubuh dimasukkan ke mata rantai, lalu disatukan dengan memukul pin menggunakan palu hingga terkunci di dalam selongsong.

2. Webbing Connector

Khusus digunakan untuk menyambungkan webbing sling (tali sabuk sintetis) ke rantai atau komponen baja lainnya. Bagian dalamnya biasanya lebih lebar dan datar agar tidak merusak serat kain sabuk.

3. Missing Link (Repair Link)

Biasanya digunakan untuk aplikasi yang lebih ringan atau darurat. Terdiri dari dua bagian yang saling mengunci dengan cara digeser. Namun, dalam standar pengangkatan berat modern, jenis ini mulai jarang digunakan karena faktor keamanannya di bawah tipe Hammerlock.

 

4. Spesifikasi Teknis dan Kapasitas Beban

Sama seperti rantai, connecting link harus memiliki Grade yang jelas. Jangan pernah mencampur rantai Grade 100 dengan connecting link Grade 80 untuk beban maksimal, karena sistem akan selalu mengikuti titik terlemahnya.

Untuk menghitung beban kerja aman (Working Load Limit - WLL), industri menggunakan standar faktor keamanan 4:1 atau 5:1.

 

 

5. Cara Pemasangan yang Benar

Pemasangan yang salah adalah penyebab utama kegagalan alat. Berikut langkah-langkah standarnya:

  1. Pemeriksaan: Pastikan ukuran connecting link sesuai dengan ukuran rantai (misal: rantai 10mm harus menggunakan link 10mm).
  2. Penyusunan: Masukkan satu bagian tubuh ke mata rantai dan satu bagian lainnya ke komponen yang ingin disambung (misal: hook).
  3. Penyelarasan: Pertemukan kedua bagian tubuh tersebut sehingga lubang pin sejajar.
  4. Pemasangan Pin: Masukkan selongsong pengunci (spacer) ke tengah, lalu masukkan pin.
  5. Penguncian: Pukul pin dengan palu hingga masuk sepenuhnya dan terkunci oleh cincin penahan di dalam selongsong. Pastikan pin tidak menonjol secara tidak wajar.

 

6. Aspek Keselamatan dan Inspeksi

Karena connecting link sering kali menjadi titik sambungan utama, inspeksi rutin wajib dilakukan sebelum setiap operasional pengangkatan:

  • Keausan: Jika diameter bagian tubuh link sudah berkurang lebih dari 10% akibat gesekan, komponen wajib diganti.
  • Deformasi: Periksa apakah ada perubahan bentuk (melengkung atau meregang). Jika connecting link sulit dibuka atau tampak tidak simetris, itu tandanya telah terjadi overload.
  • Retakan (Cracks): Gunakan metode dye penetrant jika dicurigai ada retakan rambut pada permukaan baja.
  • Kondisi Pin: Pastikan pin pengunci masih berada di posisinya dan tidak goyang. Pin yang longgar bisa menyebabkan kecelakaan fatal.

 

Connecting link adalah alat rigging yang sangat bermanfaat dalam industri berat. Fungsinya yang memberikan fleksibilitas, kemudahan perbaikan, dan modularitas menjadikannya komponen wajib dalam setiap sistem rigging dan maritim. Namun, keandalan komponen ini sangat bergantung pada pemilihan grade yang tepat, pemasangan yang benar, dan inspeksi yang disiplin. Jangan pernah mengompromikan kualitas connecting link demi mengejar harga murah.

Apakah Anda saat ini sedang merancang konfigurasi chain sling baru dan membutuhkan perhitungan kapasitas angkat untuk sudut tertentu? Kami dapat membantu menghitung penurunan WLL berdasarkan sudut angkat (misal: sudut 45 atau 60 derajat) agar operasional Anda tetap aman.

Kami PT. Anugrah Sukses Marine sebagai distributor peralatan Rigging di Indonesia yang tersertifikasi dan terpercaya menyediakan produk-produk asli dan bersertifikat. Jangan ragu untuk membeli produk-produk Rigging di PT. Anugrah Sukses Marine, untuk informasi lengkap mengenai produk peralatan Rigging silahkan menghubungi tim marketing kami, tim kami siap melayani setiap pertanyaan yang Anda tanyakan.

 

Silahkan beritahu kami apa yang dapat kami bantu ?

Marketing Anugrah Sukses Marine
Admin Sales Account 1
6285777304523
Marketing Anugrah Sukses Marine
Admin Sales Account 2
6281932061302
PT. Anugrah Sukses Marine
WhatsApp