kontak asmarine

Mengenal Ciri-Ciri Rantai Jelek Atau Palsu di Pasaran

 

Dalam industri rigging, konstruksi, dan maritim, rantai besi bukan sekadar alat penyambung, melainkan komponen penahan beban yang menyangkut keselamatan nyawa dan aset berharga. Tingginya permintaan pasar terhadap rantai berkualitas (seperti Grade 80 atau merek ternama memicu munculnya produk-produk berkualitas rendah, rekondisi, hingga pemalsuan merek secara terang-terangan.

Menggunakan rantai yang "jelek" atau palsu sangat berbahaya. Rantai tersebut mungkin terlihat kokoh secara visual, namun bisa putus seketika saat diberi beban karena kegagalan. Sebagai pembeli yang cerdas, Anda wajib mengetahui ciri-ciri rantai berkualitas rendah agar tidak tertipu oleh harga murah.

 

1. Finishing dan Visual Permukaan yang Tidak Rapi

Ciri pertama yang paling mudah dikenali adalah dari tampilan fisiknya. Pabrikan rantai kelas dunia memiliki standar kontrol kualitas (QC) yang sangat ketat pada tahap akhir produksi.

  • Permukaan Kasar dan Berpori: Rantai berkualitas buruk sering kali diproduksi dengan teknik pengecoran atau pengelasan yang tidak stabil, meninggalkan permukaan yang kasar, berbintik-bintik, atau berpori (pitting).
  • Lapisan Galvanis yang Tidak Merata: Pada rantai galvanis, produk palsu biasanya memiliki lapisan seng yang tidak rata, mudah terkelupas, atau terdapat bagian yang tidak tertutup sempurna. Hal ini menandakan proses Hot-Dip Galvanized dilakukan secara terburu-buru dengan material seng kualitas rendah.
  • Warna yang Mencurigakan: Hati-hati dengan rantai yang dicat hitam atau emas (kuning) secara berlebihan. Sering kali, cat digunakan untuk menutupi karat, cacat las, atau bekas keausan pada rantai rekondisi.

 

2. Kualitas Pengelasan (Welding) yang Meragukan

Kekuatan sebuah mata rantai terletak pada titik sambungannya. Pada rantai berkualitas, setiap mata rantai disambung menggunakan teknologi Electric Butt Welding yang sangat presisi.

  • Sambungan Menonjol atau Cekung: Rantai jelek biasanya memiliki tonjolan las yang berantakan atau justru cekung ke dalam. Sambungan yang tidak rata ini adalah titik lemah yang akan retak pertama kali saat ditarik beban.
  • Celah pada Sambungan: Periksa setiap mata rantai. Jika Anda menemukan celah tipis pada titik sambungan, itu adalah tanda bahwa lasan tidak menyatu secara molekuler. Rantai seperti ini sangat berisiko "mekar" saat ditarik.

 

 

3. Marking (Penandaan) yang Tidak Konsisten

Merek-merek ternama selalu membubuhkan marking permanen pada mata rantainya sebagai jaminan kualitas. Peniru sering kali gagal dalam mereplikasi detail ini secara sempurna.

  • Produk asli biasanya memiliki marking timbul (emboss) atau grafir dalam yang konsisten (misalnya tulisan "G80", "Crosby", atau kode batch). Produk palsu seringkali menggunakan cetakan laser yang dangkal dan mudah hilang.
  • Kesalahan pada pengetikan, biasanya produk palsu dari luar negeri yang memiliki kesalahan ejaan pada nama merek atau satuan kapasitas.
  • Pada rantai asli, marking biasanya muncul setiap interval tertentu (misalnya setiap 1 meter atau setiap 20 mata rantai). Jika marking terlihat acak atau hilang di beberapa bagian, Anda patut curiga.

 

4. Ketidakakuratan Dimensi

Rantai standar internasional diproduksi dengan toleransi milimeter yang sangat kecil. Produk palsu atau berkualitas rendah sering kali memiliki dimensi yang berantakan karena mesin produksi yang tidak dikalibrasi.

  • Diameter Kawat Tidak Konsisten: Gunakan jangka sorong (caliper) untuk mengukur diameter di beberapa titik. Jika diameter kawat pada satu mata rantai berbeda signifikan dengan mata rantai lainnya, itu adalah ciri produk abal-abal.
  • Pitch yang Berubah-ubah: Pitch adalah jarak internal satu mata rantai. Jika rantai sulit masuk ke dalam roda gigi (sprocket atau pocket wheel) pada chain block, kemungkinan besar rantai tersebut memiliki dimensi yang tidak standar.

 

5. Ketiadaan Sertifikat Original (Mill Test Certificate)

Setiap rantai yang memiliki kualifikasi angkat (lifting grade) wajib disertai dengan Mill Test Certificate.

  • Sertifikat Fotokopian: Waspadai penjual yang hanya memberikan fotokopi sertifikat yang buram atau sertifikat yang nomor serinya tidak sesuai dengan tag yang tertera pada drum rantai.
  • Data Uji Tarik yang Tidak Masuk Akal: Sertifikat asli mencantumkan detail Proof Load dan Breaking Load. Jika angka yang tertera terlihat terlalu fantastis atau tidak sesuai dengan standar umum Grade rantai tersebut, kemungkinan besar sertifikat itu palsu.

 

 

6. Uji Sederhana: Suara dan Berat

Meskipun bukan metode ilmiah utama, ada cara konvensional yang sering digunakan teknisi senior untuk mendeteksi kualitas logam:

  • Suara Dentingan: Jika dua mata rantai dipukulkan, rantai baja berkualitas tinggi (baja paduan) akan mengeluarkan suara "ting" yang nyaring dan jernih. Rantai besi biasa atau kasta rendah biasanya mengeluarkan suara "plek" yang teredam, menandakan kepadatan logam yang kurang baik.
  • Berat per Meter: Bandingkan berat rantai dengan tabel standar internasional. Rantai yang terlalu ringan dari standar biasanya menggunakan campuran logam murahan atau memiliki diameter yang "disunat" sedikit demi sedikit untuk menghemat material.

 

7. Harga yang Tidak Masuk Akal

Ini adalah indikator paling klasik. Harga bahan baku baja dunia cenderung stabil dan transparan. Jika ada penjual menawarkan rantai dengan merek terkenal namun harganya 40% lebih murah dari harga distributor resmi, hampir dipastikan itu adalah:

  1. Produk Palsu: Menggunakan merek terkenal pada besi kualitas rendah.
  2. Produk Rekondisi: Rantai bekas tambang atau pelabuhan yang dibersihkan, dicat ulang, dan dijual kembali.
  3. Produk Stok Lama yang Berkarat: Rantai yang sudah mengalami degradasi kekuatan akibat korosi namun dipoles kembali.

 

Utamakan Keselamatan di Atas Penghematan

Membeli rantai yang "jelek" atau palsu mungkin terlihat seperti penghematan anggaran di awal, namun risiko yang dipertaruhkan sangat besar. Kegagalan rantai saat mengangkat beban dapat menyebabkan kehancuran properti, berhentinya proyek, hingga hilangnya nyawa manusia.

Selalu pastikan Anda membeli dari distributor resmi atau vendor yang memiliki reputasi jelas. Jangan ragu untuk memeriksa detail fisik dan meminta dokumen sertifikasi sebelum melakukan transaksi. Dalam dunia rigging, transparansi kualitas adalah mutlak.

Kami PT. Anugrah Sukses Marine sebagai distributor resmi alat angkat dan alat kapal di Indonesia yang tersertifikasi dan terpercaya menyediakan produk-produk asli, berkualitas dan bersertifikat. Jangan ragu untuk membeli produk-produk di PT. Anugrah Sukses Marine, untuk informasi lengkap mengenai produk kami khususnya Chain / Rantai silahkan menghubungi tim marketing kami, tim kami siap melayani setiap pertanyaan yang Anda tanyakan.

 

Silahkan beritahu kami apa yang dapat kami bantu ?

Marketing Anugrah Sukses Marine
Admin Sales Account 1
6285777304523
Marketing Anugrah Sukses Marine
Admin Sales Account 2
6281932061302
PT. Anugrah Sukses Marine
WhatsApp