kontak asmarine

Memahami & Mengenal Jenis Wire Rope dan Kegunaannya

 

Dalam dunia konstruksi, pertambangan, perkapalan, dan manufaktur, Wire Rope atau kawat seling merupakan komponen vital yang tak tergantikan. Sebagai media pengangkat, penarik, dan pengikat beban berat, kawat seling dituntut memiliki kekuatan tarik tinggi, fleksibilitas, dan ketahanan terhadap berbagai kondisi ekstrem.

Namun, perlu dipahami bahwa tidak ada satu jenis kawat seling yang cocok untuk semua pekerjaan. Kesalahan dalam memilih jenis kawat seling bukan hanya mengakibatkan inefisiensi biaya karena alat cepat rusak, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan kerja yang fatal. Artikel ini akan membedah anatomi, jenis-jenis, hingga kegunaan spesifik dari berbagai tipe wire rope yang tersedia di pasar industri saat ini.

 

1. Memahami Dasar Wire Rope

Sebelum masuk ke jenis-jenisnya, penting untuk memahami struktur pembentuk kawat seling. Sebuah wire rope terdiri dari tiga komponen utama:

  1. Wire (Kawat): Komponen terkecil yang terbuat dari baja paduan tinggi.
  2. Strand (Untaian): Kumpulan kawat yang dipilin bersama mengelilingi sebuah titik pusat.
  3. Core (Inti): Pusat dari kawat seling yang berfungsi sebagai fondasi bagi strands.

Struktur ini biasanya dituliskan dalam format angka, seperti 6x37. Angka 6 menunjukkan jumlah strands, sementara angka 37 menunjukkan jumlah kawat di dalam setiap strand.

 

2. Jenis Wire Rope Berdasarkan Material Inti (Core)

Inti kawat seling menentukan fleksibilitas dan ketahanan kawat terhadap tekanan dari samping (crushing).

A. Fiber Core (FC) / Inti Serat

Inti ini biasanya terbuat dari serat sintetis (seperti polipropilena) atau serat alami (sisal).

  • Karakteristik: Sangat fleksibel dan memiliki daya serap pelumas yang baik.
  • Kegunaan: Digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan kelenturan tinggi, namun tidak disarankan untuk beban yang sangat berat atau area yang terpapar panas ekstrem karena inti serat bisa mencair atau hangus.

B. Independent Wire Rope Core (IWRC) / Inti Baja

Inti ini sebenarnya adalah kawat seling kecil yang berada di tengah kawat seling utama.

  • Karakteristik: Memiliki kekuatan tarik yang lebih tinggi dan sangat tahan terhadap tekanan (crushing resistance).
  • Kegunaan: Standar untuk industri konstruksi, crane, dan pengangkatan beban berat karena strukturnya yang kokoh dan tidak mudah pipih saat digulung di drum winch.

 

 

3. Jenis Wire Rope Berdasarkan Konstruksi (Jumlah Kawat)

Konstruksi kawat seling menentukan keseimbangan antara ketahanan terhadap abrasi dan fleksibilitas.

A. Konstruksi 6x7 (Kaku & Tahan Abrasi)

Memiliki jumlah kawat yang sedikit namun berdiameter besar.

  • Kegunaan: Sangat tahan terhadap gesekan (abrasi). Sering digunakan untuk jalur kabel statis (guy wires), pagar pengaman, atau aplikasi di mana tali tidak sering melewati katrol (sheaves).

B. Konstruksi 6x19 (Standar Industri)

Ini adalah jenis yang paling populer karena memberikan keseimbangan yang sempurna antara fleksibilitas dan kekuatan.

  • Kegunaan: Digunakan pada sling pengangkat umum, pengikatan muatan, dan alat berat di lokasi konstruksi.

C. Konstruksi 6x36 atau 6x37 (Sangat Fleksibel)

Memiliki jumlah kawat yang banyak namun berdiameter kecil.

  • Kegunaan: Sangat lentur dan mudah ditekuk tanpa merusak serat kawat. Ideal untuk digunakan pada overhead crane, winch dengan katrol kecil, dan aplikasi di mana kawat seling harus terus-menerus bergerak melingkar.

 

4. Jenis Wire Rope Berdasarkan Pelapisan (Finishing)

Lapisan luar kawat menentukan di lingkungan mana kawat tersebut dapat bertahan lama:

  1. Un-Galvanized (Baja Hitam): Kawat baja murni tanpa lapisan seng. Harus selalu dilumasi dengan grease secara rutin. Harganya lebih murah dan umum digunakan untuk industri dalam ruangan.
  2. Galvanized (Galvanis): Dilapisi dengan seng melalui proses panas (Hot Dip). Sangat tahan terhadap karat. Cocok untuk penggunaan luar ruangan (outdoor) dan industri konstruksi.
  3. Stainless Steel (SUS 304/316): Ketahanan korosi tertinggi. Wajib digunakan untuk industri maritim, kilang minyak lepas pantai, atau industri pengolahan makanan yang menuntut kebersihan tinggi.

 

5. Jenis Spesialisasi: Non-Rotating Wire Rope

Salah satu inovasi penting dalam teknologi kawat seling adalah tipe Non-Rotating atau Rotation Resistant. Kawat seling standar cenderung berputar saat mengangkat beban bebas, yang bisa berbahaya.

  • Mekanisme: Strands lapisan dalam dipilin ke satu arah, sementara lapisan luar dipilin ke arah berlawanan. Kedua gaya putar ini saling meniadakan.
  • Kegunaan: Wajib digunakan untuk tower crane, pengangkatan beban tunggal (single line lifting), dan pengeboran minyak di mana stabilitas beban adalah prioritas.

 

 

6. Kegunaan Wire Rope di Berbagai Sektor Industri

Sektor Perkapalan dan Kelautan

Digunakan untuk penambatan kapal (mooring), pengangkatan sekoci, dan pengoperasian pukat harimau pada kapal nelayan industri. Di sini, ketahanan terhadap air laut adalah kunci.

Sektor Pertambangan

Digunakan pada shovels, draglines, dan sistem hoist pada tambang bawah tanah. Kawat seling di sektor ini harus tahan terhadap abrasi dari debu mineral dan tekanan beban yang masif.

Sektor Konstruksi dan Crane

Hampir semua crane (mobile crane, crawler, tower crane) menggunakan kawat seling untuk mekanisme pengangkatan (hoisting) dan pergerakan lengan (luffing).

Sektor Transportasi (Elevator)

Elevator atau lift menggunakan kawat seling khusus dengan standar keamanan yang sangat ketat untuk memastikan kenyamanan penumpang dan meminimalisir getaran.

 

7. Faktor Keamanan dan Batas Beban (WLL)

Jangan pernah menggunakan kawat seling berdasarkan beban putusnya (Breaking Load). Anda harus memperhatikan Working Load Limit (WLL) atau beban kerja aman.

  • Secara umum, faktor keamanan (Safety Factor) kawat seling adalah 5:1. Jika beban putus kawat adalah 50 ton, maka Anda hanya diizinkan mengangkat beban maksimal 10 ton.
  • Untuk pengangkatan manusia (seperti lift), faktor keamanannya jauh lebih tinggi, bisa mencapai 10:1.

 

8. Tips Perawatan Agar Wire Rope Awet

Kawat seling adalah komponen bergerak yang membutuhkan perhatian rutin:

  1. Lubrikasi Berkala: Gunakan pelumas khusus kawat seling yang mampu meresap hingga ke bagian inti (core). Inti yang kering akan menyebabkan karat internal yang tidak terlihat namun mematikan.
  2. Hindari Tekukan Tajam: Tekukan tajam (kinking) akan merusak struktur pilinan secara permanen. Kawat yang sudah "patah" tidak boleh digunakan kembali untuk pengangkatan.
  3. Pemeriksaan Visual: Lakukan inspeksi harian terhadap adanya kawat yang putus (broken wires), diameter yang mengecil secara drastis, atau tanda-tanda korosi parah.

 

Memahami jenis wire rope dan kegunaannya adalah fondasi dari operasional industri yang aman dan efisien. Jika Anda membutuhkan daya tahan abrasi, pilihlah konstruksi yang kasar seperti 6x7. Namun, jika fleksibilitas melewati katrol adalah yang utama, pilihlah 6x36. Selalu pastikan material inti (FC atau IWRC) sesuai dengan suhu dan tekanan di lapangan Anda.

Berinvestasi pada kawat seling berkualitas tinggi dengan sertifikasi resmi bukan hanya sekadar pengeluaran, melainkan bentuk asuransi terhadap kelancaran proyek dan nyawa para pekerja Anda.

Apakah Anda saat ini sedang merencanakan penggantian kawat seling pada unit crane Anda? Kami dapat membantu menyediakan kawat seling / wire rope yang anda butuhkan.

 

Silahkan beritahu kami apa yang dapat kami bantu ?

Marketing Anugrah Sukses Marine
Admin Sales Account 1
6285777304523
Marketing Anugrah Sukses Marine
Admin Sales Account 2
6281932061302
PT. Anugrah Sukses Marine
WhatsApp