kontak asmarine

Cara Memasang Wire Clip

 

Panduan Lengkap Prosedur Pemasangan yang Aman dan Benar

Membuat mata kabel (eye loop) pada kawat seling merupakan pekerjaan rutin di industri konstruksi, perkapalan, dan pertambangan. Salah satu metode yang paling praktis adalah menggunakan wire clip (klem seling). Namun, kepraktisan ini sering kali membawa jebakan. Banyak operator lapangan yang memasang wire clip hanya berdasarkan insting, tanpa menyadari bahwa kesalahan kecil dalam orientasi atau kekencangan baut dapat menurunkan kekuatan kawat seling hingga lebih dari 50%.

Pemasangan wire clip yang benar sangatlah krusial. Jika terjadi kegagalan pada sambungan, beban yang sedang diangkat bisa jatuh dan berakibat fatal. Artikel ini akan memandu Anda secara langkah-demi-langkah tentang cara memasang wire clip sesuai dengan standar internasional (seperti ASME B30.26) guna memastikan keamanan maksimal.

 

1. Persiapan dan Komponen Utama

Sebelum mulai memasang, Anda harus memahami anatomi wire clip dan istilah dalam rigging. Sebuah wire clip terdiri dari tiga bagian: U-Bolt, Saddle (Pelana), dan Nuts (Mur).

Selain itu, Anda perlu membedakan dua ujung kawat seling saat dilipat:

  • Live End: Bagian kawat seling yang panjang dan terhubung ke beban atau mesin penarik.
  • Dead End: Bagian ujung potongan kawat seling yang pendek setelah dilipat.

 

Ilustrasi Live End dan Dead End Wire Clip

Gambar 1: Diagram teknis yang menunjukkan komponen wire clip (U-bolt, saddle, mur) dan bagian kawat seling (Live End dan Dead End).


Alat yang Dibutuhkan:

  • Wire Clip dengan ukuran yang sesuai dengan diameter kawat seling.
  • Thimble (Kaus Seling): Pelindung berbentuk tetesan air untuk mencegah kawat seling tertekuk terlalu tajam.
  • Kunci Torsi (Torque Wrench): Alat paling penting untuk memastikan baut dikencangkan sesuai spesifikasi pabrikan.
  • Meteran: Untuk mengukur jarak antar klem.

 

 

2. Aturan

Dalam dunia rigging, ada pepatah terkenal: "Never saddle a dead horse" (Jangan pernah memasang pelana pada kuda mati).

Ini adalah aturan orientasi yang paling krusial:

  • Saddle (Pelana) harus selalu bersentuhan dengan Live End (ujung yang hidup/menahan beban).
  • U-Bolt harus selalu bersentuhan dengan Dead End (ujung yang mati/potongan pendek).

Mengapa demikian? U-bolt memberikan tekanan titik yang sangat kuat yang dapat menggepengkan kawat seling. Jika U-bolt dipasang pada Live End, kawat yang menahan beban akan melemah. Dengan menaruh Saddle yang lebar pada Live End, tekanan akan terdistribusi lebih merata, menjaga integritas kawat utama.

 

Ilustrasi Pemasangan Wire Clip Benar dan Salah

Gambar 2: Ilustrasi perbandingan pemasangan yang BENAR (Saddle pada Live End) dan SALAH (U-bolt pada Live End).

 

3. Langkah-Langkah Pemasangan Wire Clip

Ikuti urutan berikut untuk hasil yang standar dan aman, seperti yang diilustrasikan pada gambar di bawah ini.

 

Ilustrasi Panduan Langkah demi Langkah Pemsangan Wire Clip

Gambar 3: Panduan langkah demi langkah pemasangan wire clip. Dimulai dari klem pertama di ujung mati, klem kedua di dekat mata, hingga pemasangan klem tambahan.


Langkah 1: Tekuk Kawat Seling dan Pasang Thimble

Lipat ujung kawat seling dengan panjang yang cukup sesuai standar. Masukkan thimble ke dalam lipatan tersebut.

Langkah 2: Pasang Klem Pertama (Paling Jauh dari Mata)

Pasang wire clip pertama tepat di ujung potongan pendek (dead end). Sisakan sedikit jarak (sekitar satu lebar saddle) dari ujung potongan kawat. Pastikan posisi Saddle ada di Live End.

Langkah 3: Pasang Klem Kedua (Paling Dekat dengan Mata)

Pasang wire clip kedua sedekat mungkin dengan thimble. Pastikan kembali orientasi Saddle tetap pada Live End.

Langkah 4: Pasang Klem Tambahan (Jika Diperlukan)

Jika diameter kawat seling besar dan membutuhkan lebih dari dua klem, pasang klem tambahan di antara klem pertama dan kedua.

Langkah 5: Pengencangan Akhir dengan Kunci Torsi

Setelah semua klem terpasang, kencangkan semua mur menggunakan kunci torsi sesuai dengan nilai torsi yang direkomendasikan pabrikan.

 

 

4. Prosedur Pasca-Pemasangan

Kawat seling terbuat dari banyak jalinan kawat kecil. Saat diberi beban untuk pertama kalinya, diameter kawat seling akan sedikit mengecil (menyusut). Akibatnya, jepitan wire clip akan melonggar secara otomatis.

Prosedur Wajib:

Setelah kawat seling diberi beban pertama kali, segera kendurkan sedikit lalu kencangkan kembali semua mur sesuai torsi yang ditentukan. Prosedur ini sangat krusial untuk menjaga kekuatan sambungan.

 

Ilustrasi Pengencangan Mur Wire Clip

Gambar 4: Ilustrasi penggunaan kunci torsi untuk melakukan pengencangan ulang (retightening) pada mur wire clip setelah pembebanan awal.


Pemasangan wire clip yang benar adalah perpaduan antara pengetahuan teknis dan disiplin kerja. Dengan mengikuti aturan, menggunakan jumlah klem yang tepat, dan memastikan torsi yang sesuai, Anda telah memastikan bahwa terminasi kawat seling Anda memiliki kekuatan yang optimal untuk menjaga keamanan kerja.

Ingatlah bahwa kawat seling adalah investasi aset dan nyawa. Jangan biarkan prosedur yang terburu-buru merusak integritas sistem rigging Anda.

Kami PT. Anugrah Sukses Marine sebagai distributor Alat-alat Rigging di Indonesia yang tersertifikasi dan terpercaya menyediakan produk-produk asli dan bersertifikat. Jangan ragu untuk membeli produk-produk Rigging di PT. Anugrah Sukses Marine, untuk informasi lengkap mengenai produk alat-alat Rigging silahkan menghubungi tim marketing kami, tim kami siap melayani setiap pertanyaan yang Anda tanyakan.

 

Silahkan beritahu kami apa yang dapat kami bantu ?

Marketing Anugrah Sukses Marine
Admin Sales Account 1
6285777304523
Marketing Anugrah Sukses Marine
Admin Sales Account 2
6281932061302
PT. Anugrah Sukses Marine
WhatsApp