kontak asmarine

Nama Lain Dari Shackle

Dalam industri konstruksi, maritim, dan logistik, terdapat satu alat kecil namun sangat kuat yang menjadi penghubung utama antara beban dengan alat angkat. Alat ini secara universal dikenal dengan nama Shackle. Namun, karena luasnya penggunaan alat ini di berbagai daerah dan sektor industri di Indonesia, muncul berbagai istilah lokal dan teknis yang sering kali membingungkan bagi para pemula.

Memahami nama lain dari shackle bukan hanya soal memperkaya kosakata, tetapi juga tentang memastikan komunikasi yang akurat di lapangan. Kesalahan penyebutan atau pemahaman spesifikasi dapat berakibat fatal pada keselamatan kerja. Artikel ini akan membahas tuntas mengenai nama-nama lain shackle, fungsinya, serta jenis-jenisnya yang paling popular.

 

1. Berbagai Istilah dan Nama Lain Shackle

Di lapangan, Anda mungkin akan jarang mendengar operator atau pekerja rigging menyebutkan kata "shackle" dengan pelafalan bahasa Inggris yang sempurna. Berikut adalah beberapa nama lain yang sering digunakan:

A. Segel atau Segel Rantai

Ini adalah nama lain dari shackle yang paling populer di Indonesia. Istilah "Segel" merujuk pada fungsi alat ini yang "menyegel" atau mengunci sambungan antara dua komponen (misalnya antara rantai dengan master link).

B. Sambungan Rantai

Pekerja di bengkel atau galangan kapal sering menyebutnya sebagai sambungan rantai. Meskipun secara teknis berbeda dengan connecting link, istilah ini digunakan karena shackle paling sering terlihat menyambungkan ujung rantai ke beban.

 

2. Mengapa Shackle Sangat Penting?

Apapun nama yang Anda gunakan—segel, clevis, atau shackle—fungsinya tetap sama: sebagai titik koneksi yang aman.

  • Memungkinkan komponen rigging (seperti kawat seling, rantai, atau sabuk webbing) untuk dibongkar pasang dengan cepat.
  • Dirancang untuk menahan beban tarik (tension) yang sangat tinggi.
  • Dapat digunakan untuk mengangkat, menarik (towing), maupun mengikat muatan (lashing).

 

 

3. Mengenal Jenis Shackle Berdasarkan Bentuknya

Meskipun namanya berbeda-beda, secara teknis shackle dibagi berdasarkan bentuk tubuhnya (body). Ini adalah klasifikasi yang paling penting untuk dipahami oleh bagian procurement dan safety officer.

1. Bow Shackle (Segel Omega)

Dikenal juga dengan nama Anchor Shackle atau Segel Omega karena bentuknya yang menyerupai simbol Omega.

  • Karakteristik: Memiliki lengkungan yang lebar pada bagian tubuhnya.
  • Kegunaan: Lengkungan lebar ini memungkinkan shackle menerima beban dari berbagai arah (multi-directional) tanpa merusak integritas kawat seling atau tali di dalamnya. Sangat direkomendasikan untuk penggunaan sling lebih dari satu (multi-leg sling).

2. Dee Shackle (Segel D)

Sesuai namanya, shackle ini berbentuk menyerupai huruf "D".

  • Karakteristik: Memiliki sisi yang sejajar dan sempit.
  • Kegunaan: Hanya direkomendasikan untuk tarikan lurus tunggal. Jika diberi beban menyamping, Dee Shackle akan mudah bengkok atau rusak.

 

4. Jenis Shackle Berdasarkan Tipe Pin

Selain bentuk tubuh, cara penguncian atau tipe pin juga menentukan nama dan kegunaannya:

  1. Screw Pin Shackle: Pin yang dipasang dengan cara diputar (ulir). Cocok untuk aplikasi bongkar pasang cepat.
  2. Bolt Type Shackle (Safety Shackle): Menggunakan baut, mur, dan pengunci tambahan (cotter pin). Ini adalah jenis paling aman karena pin tidak mungkin terlepas akibat getaran. Sering disebut sebagai Segel Baut Mur.
  3. Round Pin Shackle: Menggunakan pin polos yang dikunci dengan cotter pin. Biasanya hanya digunakan untuk penarikan (towing), bukan pengangkatan vertikal.

 

 

5. Parameter Kualitas: Material dan Grade

Apapun nama yang Anda gunakan di lapangan, pastikan Anda memperhatikan spesifikasi teknisnya. Shackle berkualitas biasanya terbuat dari Carbon Steel atau Alloy Steel.

Untuk memastikan keamanan, selalu perhatikan Working Load Limit (WLL) yang tertera pada badan shackle.

 

6. Tips Keamanan Menggunakan Shackle

Banyak kecelakaan kerja terjadi karena salah dalam memperlakukan "segel" ini. Berikut panduannya:

  1. Jangan membebani pin di satu titik saja, pastikan beban terbagi rata di tengah pin.
  2. Jangan pernah mengganti pin shackle dengan baut biasa. Pin asli sudah melalui proses perlakuan panas (heat treatment) khusus, sedangkan baut biasa akan patah seketika saat ditarik beban berat.
  3. Pastikan pin terpasang kencang. Untuk Screw Pin, putar sampai habis lalu putar balik sedikit (sekitar 1/8 putaran) agar pin tidak macet setelah terkena beban.
  4. Cari tanda-tanda keausan, retakan, atau perubahan bentuk (bengkok). Jika ditemukan deformasi lebih dari 10%, shackle wajib dipensiunkan.

 

Shackle, Segel, Clevis, atau Segel Omega apapun nama yang Anda gunakan, alat ini adalah tulang punggung keamanan dalam setiap aktivitas pengangkatan. Memahami berbagai istilah ini memudahkan koordinasi antar pekerja dan memastikan spesifikasi yang dipesan sesuai dengan kebutuhan beban di lapangan.

Selalu prioritaskan penggunaan shackle yang bersertifikat dan memiliki identitas WLL yang jelas. Nama bisa beragam, namun standar keamanan tetap satu.

Apakah Anda saat ini sedang merencanakan pengangkatan beban berat dengan sudut tertentu dan ragu dalam memilih antara Segel D atau Segel Omega? Saya dapat membantu menganalisis beban tarik Anda untuk menentukan tipe shackle yang paling aman.

Kami PT. Anugrah Sukses Marine sebagai distributor peralatan Rigging di Indonesia yang tersertifikasi dan terpercaya menyediakan produk-produk asli, berkualitas dan bersertifikat. Jangan ragu untuk membeli produk-produk Rigging di PT. Anugrah Sukses Marine, untuk informasi lengkap mengenai produk peralatan Rigging khususnya Shackle / Segel silahkan menghubungi tim marketing kami, tim kami siap melayani setiap pertanyaan yang Anda tanyakan.

 

Silahkan beritahu kami apa yang dapat kami bantu ?

Marketing Anugrah Sukses Marine
Admin Sales Account 1
6285777304523
Marketing Anugrah Sukses Marine
Admin Sales Account 2
6281932061302
PT. Anugrah Sukses Marine
WhatsApp