kontak asmarine

Kesalahan Dalam Membuat Wire Rope Sling: Risiko Fatal di Balik Kelalaian Teknis

 

Dalam dunia industri berat, wire rope sling atau seling kawat baja adalah alat bantu angkat yang paling diandalkan. Keunggulannya dalam menahan beban ekstrem dan ketahanannya terhadap suhu tinggi menjadikannya pilihan utama di pelabuhan, konstruksi, hingga pertambangan. Namun, di balik kekuatannya, sebuah wire rope sling hanya akan bekerja seaman prosedur pembuatannya.

Banyak kecelakaan kerja yang mengakibatkan kerusakan aset hingga kehilangan nyawa bukan disebabkan oleh kualitas kawat selingnya, melainkan karena kesalahan dalam membuat wire rope sling. Menganggap remeh detail kecil seperti cara pemasangan wire clip atau pemilihan jenis sambungan dapat berujung pada kegagalan mekanis yang mendadak.

Berikut adalah pembahasan mengenai kesalahan-kesalahan kritis dalam pembuatan wire rope sling yang wajib Anda hindari.

 

1. Kesalahan dalam Pemasangan Wire Clip (U-Bolt)

Ini adalah kesalahan paling klasik namun paling sering ditemukan di lapangan. Penggunaan wire clip untuk membuat mata seling adalah metode yang praktis, namun memiliki aturan baku yang sangat ketat.

A. Pemasangan Terbalik (Saddling a Dead Horse)

Bagian saddle (pelana) dari wire clip harus selalu menekan bagian kawat yang bermuatan (live end), sedangkan bagian U-bolt menekan bagian kawat yang pendek atau ujung mati (dead end).

  • Kesalahan: Memasang U-bolt pada kawat utama (live end).
  • Dampaknya: U-bolt akan merusak struktur kawat yang menahan beban, menyebabkan pengurangan kekuatan tarik hingga 40-50%.

B. Jumlah Clip yang Tidak Memadai

Banyak teknisi hanya menggunakan dua clip untuk semua ukuran diameter kawat. Padahal, standar ASME B30.26 menentukan jumlah minimal clip berdasarkan diameter kawat seling. Kurangnya jumlah clip akan mengakibatkan kawat selip saat ditarik beban maksimal.

C. Jarak Antar Clip yang Salah

Jarak antar wire clip seharusnya minimal enam kali diameter kawat seling. Jika terlalu rapat, distribusi tekanan menjadi tidak merata; jika terlalu renggang, stabilitas mata seling akan terganggu.

 

2. Mengabaikan Penggunaan Thimble

Banyak pembuat sling pemula membuat mata seling hanya dengan melingkarkan kawat begitu saja.

  • Kesalahan: Tidak menyertakan thimble atau pelindung mata seling pada lekukan kawat.
  • Dampaknya: Tanpa thimble, kawat baja akan mengalami tekukan tajam (sharp bend). Saat diberi beban, kawat-kawat kecil di bagian dalam tekukan akan mengalami stres berlebih dan pecah. Selain itu, gesekan langsung antara mata seling dengan pengait (hook) akan mempercepat keausan kawat.

 

 

3. Kesalahan pada Proses Talurit atau Mechanical Splicing

Metode paling profesional dalam membuat sling adalah dengan menggunakan ferrule atau sleeves (pipa aluminium/baja) yang dipress menggunakan mesin hidrolik, yang sering disebut proses talurit.

  • Pemilihan Ferrule yang tidak sesuai, Menggunakan ferrule aluminium untuk kawat seling stainless steel atau sebaliknya dapat memicu korosi galvanik atau kegagalan ikatan.
  • Tekanan press yang kurang atau berlebih, Jika tekanan mesin swaging tidak mencapai standar, kawat bisa terlepas dari pipa. Sebaliknya, tekanan yang terlalu tinggi bisa merusak struktur molekul baja kawat, membuatnya getas dan mudah patah.
  • Tidak memotong ujung kawat dengan rapi, Ujung kawat yang mencuat keluar dari ferrule dapat melukai tangan operator dan menjadi titik awal masuknya kelembapan yang memicu karat di dalam sambungan.

 

4. Kesalahan dalam Teknik Splicing Manual (Anyaman)

Manual splicing atau menganyam ujung kawat seling adalah seni yang membutuhkan keahlian tinggi. Namun, metode ini mulai ditinggalkan karena tingginya risiko kesalahan manusia.

  • Jumlah lilitan yang kurang, Standar keamanan mengharuskan minimal 3 hingga 5 kali lilitan penuh (tergantung jenis inti kawat). Kurangnya lilitan akan membuat anyaman "melorot" saat ditarik beban berat.
  • Arah putaran yang salah, Menganyam searah dengan pilinan kawat (lay) akan mengurangi gesekan antar untaian, sehingga anyaman mudah terurai.

 

5. Menggunakan Material Kawat Seling yang Tidak Tepat

Kesalahan tidak hanya terjadi pada cara penyambungan, tetapi juga pada pemilihan material dasar sling.

  • Menggunakan Kawat Non-Lifting, Membuat sling dari kawat seling konstruksi umum (seperti pagar) untuk mengangkat beban berat. Kawat lifting harus memiliki sertifikasi.
  • Salah Menentukan Inti (Core), Menggunakan kawat inti serat (FC - Fiber Core) untuk aplikasi suhu tinggi. Inti serat akan hangus dan menyebabkan struktur kawat seling kendor, sehingga beban bisa jatuh. Untuk suhu tinggi, wajib menggunakan inti baja (IWRC - Independent Wire Rope Core).

 

 

6. Mengabaikan Faktor Tekukan

Kesalahan ini sering terjadi saat menentukan panjang mata seling. Jika mata seling terlalu kecil dibandingkan dengan diameter benda yang akan dikaitkan (misalnya pin shackle yang sangat besar), maka akan terjadi distorsi permanen pada kawat. Perbandingan diameter lekukan (D) terhadap diameter kawat (d) harus diperhitungkan dengan cermat agar kawat tidak mengalami kelelahan logam (metal fatigue) prematur.

 

7. Tidak Melakukan Uji Beban

Kesalahan terbesar setelah sling selesai dibuat adalah langsung menggunakannya tanpa pengujian.

  • Risiko: Seling yang tampak sempurna secara visual belum tentu memiliki ikatan yang kuat di dalam ferrule atau anyaman.
  • Solusi: Setiap wire rope sling baru harus melalui Proof Load Test sebesar dua kali lipat dari Working Load Limit (WLL). Tanpa uji beban dan sertifikat resmi, sebuah sling adalah bom waktu di lokasi proyek.

 

Membuat wire rope sling adalah tugas yang memerlukan presisi tinggi dan pemahaman mendalam tentang mekanika material. Kesalahan kecil dalam arah pemasangan clip atau absennya sebuah thimble bisa berakibat fatal. Integritas sebuah sling adalah pondasi utama dalam setiap operasi pengangkatan.

Pastikan setiap pembuatan wire rope sling dilakukan oleh teknisi bersertifikat, menggunakan material orisinal, dan diakhiri dengan pengujian beban yang ketat.

Artikel ini disusun untuk memberikan edukasi keselamatan bagi para praktisi rigging dan teknisi di lapangan & semoga pembahasan dalam artikel ini bermanfaat serta membantu anda bagi para praktisi rigging dan teknis dalam membuat wire rope sling yang benar sesuai SOP dan standar yang berlaku.

Apakah Anda saat ini sedang merencanakan pembuatan sling dalam jumlah besar dan membutuhkan  jumlah wire clip yang sesuai dengan diameter kawat Anda?

 

Silahkan beritahu kami apa yang dapat kami bantu ?

Marketing Anugrah Sukses Marine
Admin Sales Account 1
6285777304523
Marketing Anugrah Sukses Marine
Admin Sales Account 2
6281932061302
PT. Anugrah Sukses Marine
WhatsApp