Fungsi Jangkar Kodok (Stockless Hall)
Dalam peralatan maritim, jangkar menempati posisi paling krusial sebagai sistem pertahanan pasif kapal. Di antara berbagai jenis yang tersedia, Jangkar Kodok atau secara teknis dikenal sebagai Stockless Hall Anchor adalah jenis yang paling ikonik dan paling banyak digunakan oleh kapal-kapal komersial berukuran besar di seluruh dunia.
Namanya yang unik dalam bahasa Indonesia, "Jangkar Kodok", diambil dari bentuk fisiknya yang cenderung melebar dengan bagian kuku yang menyerupai kaki belakang kodok saat sedang bersiap melompat. Namun, di balik penamaan yang sederhana tersebut, tersimpan desain mekanis yang telah teruji selama lebih dari satu abad.
Artikel ini akan mengupas tuntas fungsi, mekanisme, serta alasan mengapa Jangkar Kodok menjadi pilihan utama bagi industri pelayaran global hingga saat ini.
1. Apa Itu Jangkar Kodok (Stockless Hall)?
Jangkar Kodok adalah evolusi dari jangkar tradisional. Berbeda dengan jangkar tipe Admiralty yang memiliki batang melintang (stock), jenis ini bersifat stockless (tanpa batang melintang). Inovasi ini memungkinkan seluruh bagian jangkar ditarik masuk ke dalam lubang jangkar (hawse pipe) di lambung kapal tanpa terhalang.
Komponen utamanya terdiri dari dua bagian besar: Shank (batang utama) dan Crown/Flukes (bagian kepala dan kuku). Kedua bagian ini dihubungkan oleh sebuah engsel yang memungkinkan kepala jangkar berayun atau berputar (biasanya hingga sudut 45 derajat) relatif terhadap batangnya.
2. Fungsi Utama Jangkar Kodok dalam Operasional Kapal
Sebagai alat tambat utama, Jangkar Kodok menjalankan beberapa fungsi strategis yang memastikan operasional kapal tetap stabil:
A. Menciptakan Gaya Tahan (Holding Power) di Dasar Laut
Fungsi primer dari Jangkar Kodok adalah menghasilkan gaya hambat mekanis. Saat jangkar menyentuh dasar laut dan kawat seling atau rantai ditarik secara horizontal, berat kepala jangkar akan memaksa kedua kukunya (flukes) untuk berputar ke bawah dan membenamkan diri ke dalam substrat (pasir atau lumpur).
B. Menahan Kapal Terhadap Gaya Eksternal
Kapal yang sedang berlabuh terus-menerus dihantam oleh gaya dari tiga arah: arus bawah laut, hembusan angin pada superstruktur kapal, dan hantaman gelombang. Jangkar Kodok berfungsi untuk melawan akumulasi gaya-gaya tersebut agar kapal tetap berada di titik koordinat yang telah ditentukan (tidak hanyut atau dragging).
C. Membantu Pengereman Darurat (Emergency Braking)
Dalam situasi darurat, seperti kegagalan mesin saat kapal sedang mendekati dermaga atau saat akan terjadi tabrakan, jangkar dapat diturunkan untuk membantu mengurangi kecepatan kapal secara drastis melalui gesekan kuku jangkar di dasar laut.
D. Membantu Manuver di Ruang Sempit
Bagi kapal-kapal besar yang tidak memiliki bow thruster, Jangkar Kodok sering digunakan untuk membantu manuver putar di pelabuhan yang sempit. Dengan menjatuhkan satu jangkar dan menjalankan mesin, kapal dapat berputar pada poros jangkarnya sendiri (swinging).
Baca Juga:
Rantai Jangkar Kapal Ukuran Besar
3. Mekanisme Kerja: Mengapa Tanpa Batang Tetap Stabil?
Keunikan Jangkar Kodok terletak pada distribusinya yang berat di bagian bawah. Pada jangkar tipe lama, batang melintang (stock) berfungsi untuk memastikan kuku jangkar jatuh dengan posisi yang benar. Namun, pada tipe Hall (Kodok), berat kepala jangkar itu sendiri yang memastikan kuku-kukunya akan selalu mengarah ke dasar laut saat ditarik.
Ketika rantai menarik shank secara horizontal, engsel pada kepala jangkar akan membuat kuku menancap lebih dalam. Semakin besar tarikan kapal, semakin dalam kuku tersebut menggali. Berat material baja pengecoran (cast steel) yang masif pada bagian kepala juga memberikan tambahan daya cengkeram melalui gaya gravitasi.
4. Keunggulan Teknis Jangkar Kodok
Ada beberapa alasan mengapa industri maritim belum bisa berpaling dari desain Stockless Hall ini:
1. Efisiensi Penyimpanan (Stowing)
Ini adalah keunggulan utama. Karena tidak memiliki batang melintang, Jangkar Kodok dapat ditarik sepenuhnya ke dalam hawse pipe. Bagian kepalanya akan menutup lubang dengan rapat, menciptakan profil lambung yang aerodinamis dan mencegah masuknya air laut ke dalam gudang jangkar (chain locker) secara berlebihan.
2. Ketahanan Material yang Luar Biasa
Jangkar Kodok umumnya dibuat dengan metode pengecoran baja (cast steel) kelas tinggi. Material ini sangat tahan terhadap benturan keras saat menghantam dasar laut yang berbatu atau saat terbentur lambung kapal ketika ditarik.
3. Kemudahan Pengoperasian
Prosedur penurunannya (dropping) sangat sederhana. Kru kapal tidak perlu melakukan persiapan rumit karena jangkar ini selalu dalam posisi siap diluncurkan dari lubangnya.
4. Kapasitas Beban Beragam
Jangkar Kodok tersedia dalam ukuran mulai dari ratusan kilogram hingga puluhan ton, menjadikannya sangat fleksibel untuk berbagai jenis kapal, mulai dari kapal tugboat hingga kapal kontainer raksasa.
5. Jenis-Jenis Dasar Laut yang Cocok
Meskipun tangguh, kinerja Jangkar Kodok sangat dipengaruhi oleh jenis dasar perairan:
- Sangat Baik: Pada dasar laut berpasir kencang, tanah liat, dan lumpur padat. Kuku-kukunya dapat membenamkan diri dengan sempurna.
- Cukup Baik: Pada perairan berkerikil.
- Kurang Baik: Pada perairan yang didominasi oleh batu karang padat atau permukaan batu yang halus, karena kuku jangkar sulit menemukan titik tumpu untuk menggali.
Baca Juga:
Standarisasi Rantai Jangkar Berkualitas
6. Spesifikasi dan Standar Keamanan
Dalam pengadaan Jangkar Kodok, terdapat beberapa standar teknis yang harus dipenuhi untuk memastikan fungsi keselamatannya berjalan 100%. Di Indonesia, standar ini biasanya diawasi oleh BKI (Biro Klasifikasi Indonesia) atau badan klasifikasi internasional lainnya (seperti Lloyd's Register atau ABS).
Parameter yang harus diperhatikan:
- Berat harus sesuai dengan Equipment Number (EN) kapal.
- Setiap jangkar harus melalui uji tarik beban untuk memastikan tidak ada retakan pada material.
- Jangkar yang asli harus memiliki stempel permanen yang menunjukkan berat, nomor seri, dan simbol badan klasifikasi.
7. Pemeliharaan untuk Menjaga Fungsi
Agar Jangkar Kodok tetap berfungsi maksimal, perawatan rutin tidak boleh diabaikan:
- Pelumasan Engsel: Pastikan engsel antara shank dan kepala jangkar tidak macet akibat korosi atau sedimen laut yang mengeras.
- Pengecatan Ulang: Menggunakan cat bituminus atau pelapis tahan korosi untuk memperlambat proses pengikatan karat.
- Inspeksi Pin: Memeriksa kekuatan pin penghubung antara rantai dan jangkar (anchor shackle).
Fungsi Jangkar Kodok atau Stockless Hall melampaui sekadar alat pemberat. Ia adalah hasil rekayasa cerdas yang menggabungkan kemudahan penyimpanan dengan daya cengkeram yang andal. Kemampuannya untuk masuk dengan rapi ke dalam lambung kapal menjadikannya pilihan praktis bagi kapal-kapal modern yang mengutamakan kecepatan dan keamanan.
Memahami fungsi dan mekanisme kerja jangkar ini adalah langkah krusial bagi setiap pelaut dan pemilik kapal dalam menjamin keselamatan kru dan muatan di atas laut yang tak terduga.
Kami PT. Anugrah Sukses Marine sebagai distributor alat angkat dan alat kapal di Indonesia yang tersertifikasi dan terpercaya menyediakan produk-produk asli, berkualitas dan bersertifikat. Jangan ragu untuk membeli produk-produk di PT. Anugrah Sukses Marine, untuk informasi lengkap mengenai produk kami khususnya Anchor / Jangkar silahkan menghubungi tim marketing kami, tim kami siap melayani setiap pertanyaan yang Anda tanyakan.
Baca Juga:
Fungsi Jangkar Kapal


