kontak asmarine

Bedanya Chain Block dan Lever Block

 

Dalam dunia industri, konstruksi, dan bengkel alat berat, memindahkan beban masif adalah rutinitas harian. Untuk menunjang pekerjaan tersebut, dua jenis alat angkat manual yang paling sering diandalkan adalah Chain Block dan Lever Block. Sekilas, keduanya tampak serupa karena sama-masing menggunakan mekanisme rantai dan sistem roda gigi. Namun, secara fungsional dan operasional, keduanya memiliki perbedaan yang sangat kontras.

Salah memilih di antara keduanya bukan hanya menghambat produktivitas, tetapi juga bisa membahayakan nyawa pekerja di lapangan. Artikel ini akan membedah secara tuntas perbedaan mendasar, kelebihan, serta skenario penggunaan terbaik untuk Chain Block dan Lever Block.

Pada artikel kali ini kami akan bahas mengenai perbedaan antara Chain Block dan Lever Block. Artikel ini dirancang untuk memberikan panduan bagi praktisi industri agar tidak salah dalam menentukan alat angkat yang sesuai dengan medan kerja.

 

1. Perbedaan Mekanisme Pengoperasian

Perbedaan yang paling kasat mata terletak pada bagaimana operator menggerakkan mesin tersebut untuk mengangkat beban.

Chain Block (Takel)

Chain Block dioperasikan dengan cara menarik rantai tangan (hand chain). Alat ini memiliki dua jalur rantai: satu rantai yang ditarik oleh operator untuk memberikan energi putar, dan satu rantai beban (load chain) yang berfungsi mengangkat muatan. Operator biasanya berdiri sejajar atau di bawah titik angkat untuk menarik rantai secara terus-menerus.

Lever Block (Hoist Tuas)

Berbeda dengan Chain Block, Lever Block dioperasikan dengan cara memutar atau mengayunkan tuas (handle/lever). Mekanisme ini mirip dengan prinsip kerja kunci soket atau dongkrak. Operator harus berdiri cukup dekat dengan alat agar tangan dapat menjangkau tuas penggerak.

 

 

2. Arah Pengangkatan dan Fleksibilitas

Ini adalah poin krusial yang sering kali menjadi penentu utama dalam pemilihan alat di lapangan.

  • Chain Block: Alat ini dirancang secara eksklusif untuk pengangkatan vertikal (lurus ke atas). Jika digunakan untuk menarik secara horizontal atau miring, rantai sering kali akan tersangkut pada pemandu rantai (chain guide) atau merusak roda gigi internal. Hal ini disebabkan karena desainnya bergantung pada gaya gravitasi agar rantai dapat masuk ke roda gigi dengan mulus.
  • Lever Block: Alat ini jauh lebih serbaguna. Berkat sistem ratchet di dalamnya, Lever Block bisa digunakan untuk pengangkatan vertikal, penarikan horizontal (misalnya menyeret mesin), maupun miring. Oleh karena itu, Lever Block sering digunakan sebagai alat lashing atau pengikat beban di atas truk agar muatan tidak bergeser.

 

3. Posisi Operator saat Bekerja

Keamanan operator adalah prioritas utama dalam setiap standar K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).

  • Pada Chain Block: Karena menggunakan rantai tarik yang panjang, operator dapat berdiri di bawah atau di samping beban dengan jarak yang cukup aman. Ini memudahkan pengangkatan beban ke tempat yang sangat tinggi, misalnya ke lantai dua bangunan, sementara operator tetap berada di lantai dasar.
  • Pada Lever Block: Karena digerakkan oleh tuas, tangan operator harus menempel pada alat. Ini berarti operator harus berada tepat di samping alat angkat. Hal ini bisa menjadi risiko jika ruang kerja sempit atau beban bersifat tidak stabil. Namun, kelebihannya adalah operator memiliki kontrol visual yang lebih dekat terhadap pergerakan beban.

 

4. Kecepatan dan Presisi

Dalam hal efisiensi waktu vs. akurasi posisi, kedua alat ini menawarkan performa yang berbeda.

Lever Block memiliki keunggulan dalam hal presisi "mikro". Jika Anda perlu menggeser posisi mesin hanya beberapa milimeter agar baut bisa masuk, tuas pada Lever Block memberikan kontrol yang jauh lebih baik dibandingkan rantai tarik pada Chain Block.

 

5. Kapasitas dan Ukuran Fisik

Secara umum, Chain Block tersedia dalam kapasitas yang jauh lebih besar dibandingkan Lever Block. Anda dapat menemukan Chain Block dengan kapasitas hingga 50 ton untuk penggunaan industri berat. Sementara itu, Lever Block biasanya terbatas pada kapasitas yang lebih kecil, umumnya hingga 9 atau 10 ton, karena keterbatasan tenaga manusia dalam mengayun tuas pada beban yang terlalu masif.

Secara fisik, Lever Block cenderung lebih ringkas dan mudah dibawa-bawa dalam kotak peralatan (portable), sementara Chain Block dengan rantai tarik yang panjang sering kali lebih berat dan merepotkan untuk dipindah-pindahkan secara manual.

 

 

6. Penggunaan Terbaik

Agar lebih mudah dipahami, berikut adalah contoh penggunaan masing-masing alat di dunia nyata:

Gunakan Chain Block Jika:

  1. Anda perlu mengangkat mesin genset dari lantai dasar ke lantai atas melalui lubang void.
  2. Beban yang diangkat sangat berat (di atas 10 ton).
  3. Pekerjaan dilakukan secara statis di satu titik.
  4. Anda perlu menyatukan dua bagian pipa besar sebelum dilas (penarikan horizontal).
  5. Anda perlu mengikat alat berat di atas trailer agar tidak bergerak selama perjalanan.
  6. Anda bekerja di ruang sempit di mana tidak ada ruang untuk menjulurkan rantai tarik yang panjang.

Gunakan Lever Block Jika:

  1. Anda perlu menyatukan dua bagian pipa besar sebelum dilas (penarikan horizontal).
  2. Anda perlu mengikat alat berat di atas trailer agar tidak bergerak selama perjalanan.
  3. Anda bekerja di ruang sempit di mana tidak ada ruang untuk menjulurkan rantai tarik yang panjang.

 

7. Perawatan dan Keselamatan

Apapun pilihan Anda, perawatan adalah kunci umur panjang alat. Berikut panduan singkatnya:

  • Pelumasan: Pastikan rantai beban selalu dilumasi dengan oli khusus agar tidak terjadi gesekan logam yang memicu panas dan keausan.
  • Inspeksi Hook: Periksa apakah pengait (hook) mengalami peregangan. Jika mulut pengait sudah melebar lebih dari 10% dari ukuran asli, segera ganti unit tersebut.
  • Cek Rem (Brake): Uji sistem pengereman dengan mengangkat beban sedikit di atas tanah. Jika beban merosot pelan, berarti kampas rem di dalam mesin sudah aus atau terkontaminasi minyak.

 

Perbedaan antara Chain Block dan Lever Block bukan hanya soal rantai dan tuas, melainkan soal arah tarikan dan posisi kerja. Chain Block adalah raja untuk pengangkatan vertikal murni, sementara Lever Block adalah alat serbaguna untuk segala arah. Memahami perbedaan ini akan memastikan proyek Anda berjalan lebih cepat, lebih murah, dan yang terpenting, lebih aman.

Pastikan Anda selalu membeli alat angkat yang memiliki sertifikat uji beban (Test Certificate) untuk menjamin bahwa material baja yang digunakan sesuai dengan kapasitas yang tertera pada bodi alat.

Apakah Anda saat ini sedang menentukan kapasitas alat yang tepat untuk kebutuhan bengkel Anda, atau ingin tahu merek mana yang paling awet untuk penggunaan outdoor?

Kami PT. Anugrah Sukses Marine sebagai distributor Alat Angkat & Alat Kapal di Indonesia yang tersertifikasi dan terpercaya menyediakan produk-produk asli dan bersertifikat. Jangan ragu untuk membeli produk-produk Alat Angkat & Alat Kapal di PT. Anugrah Sukses Marine, untuk informasi lengkap mengenai produk kami silahkan menghubungi tim marketing kami, tim kami siap melayani setiap pertanyaan yang Anda tanyakan.

 

Silahkan beritahu kami apa yang dapat kami bantu ?

Marketing Anugrah Sukses Marine
Admin Sales Account 1
6285777304523
Marketing Anugrah Sukses Marine
Admin Sales Account 2
6281932061302
PT. Anugrah Sukses Marine
WhatsApp