Kekurangan atau Kelemahan Tali PP
Tali Polipropilena, atau yang lebih dikenal sebagai Tali PP, adalah salah satu jenis tali sintetis yang paling banyak digunakan di dunia maritim dan industri. Popularitasnya didorong oleh harganya yang ekonomis, bobotnya yang ringan sehingga bisa mengapung di air, serta ketahanannya terhadap kelembapan. Namun, di balik kelebihan-kelebihan tersebut, terdapat sejumlah kekurangan atau kelemahan tali PP yang sangat krusial untuk dipahami.
Menggunakan tali PP pada aplikasi yang salah dapat berakibat fatal. Karena karakteristik materialnya yang merupakan polimer plastik murah, tali ini memiliki batasan fisik yang jauh di bawah tali Nilon atau kawat seling baja. Artikel ini akan membedah secara detail kelemahan teknis tali PP agar Anda dapat membuat keputusan pengadaan yang lebih aman.
1. Kelemahan Akibat Sinar Ultraviolet (UV)
Kelemahan paling utama dari tali PP adalah kerentanannya terhadap paparan sinar matahari langsung. Sebagai material plastik, polipropilena memiliki ikatan molekul yang mudah putus jika terkena radiasi UV dalam jangka panjang.
- Gejala Kerusakan: Tali PP yang terlalu lama terpapar matahari akan mengalami proses yang disebut "chalking". Warna tali akan memudar, dan permukaannya akan menjadi kasar serta mengeluarkan serbuk halus berwarna putih saat diraba.
- Risiko: Jika sudah mengalami degradasi UV, kekuatan tarik tali akan menurun drastis secara mendadak. Tali menjadi getas dan mudah putus meskipun beban yang ditarik masih di bawah batas maksimal (WLL).
2. Titik Leleh yang Sangat Rendah
Dibandingkan dengan tali Nilon atau Poliester, tali PP memiliki ketahanan panas yang sangat buruk. Titik leleh polipropilena berkisar antara 160°C hingga 165°C.
- Panas Gesekan (Friction Heat): Bahaya terbesar bukan berasal dari api, melainkan dari gesekan. Saat tali PP bergesekan dengan cepat pada bollard (pasak penambat) atau melalui katrol yang macet, suhu permukaan tali dapat naik melampaui 160°C hanya dalam hitungan detik.
- Efek Glazing: Serat tali akan meleleh dan menyatu, membentuk lapisan mengkilap yang keras dan licin. Bagian yang pernah meleleh ini kehilangan elastisitasnya dan menjadi titik terlemah yang sangat rawan putus.
Baca Juga:
Kelebihan atau Keunggulan Tali Nilon
3. Ketahanan Abrasi yang Buruk
Tali PP memiliki struktur serat yang cenderung lebih kasar dan kurang padat dibandingkan tali sintetis kelas atas. Hal ini membuatnya sangat rentan terhadap kerusakan mekanis akibat gesekan dengan benda tajam atau permukaan kasar.
- Serat Terkelupas: Saat bergesekan dengan pinggiran kapal atau aspal, serat-serat luar tali PP akan mudah terkelupas dan membentuk "rambut-rambut" halus. Kerusakan pada lapisan luar ini secara langsung mengurangi penampang melintang tali yang bertugas menahan beban.
- Internal Abrasi: Pasir atau kotoran yang masuk ke dalam sela-sela anyaman tali PP dapat bertindak sebagai ampelas internal yang memotong serat dari dalam saat tali diberi tegangan.
4. Karakteristik Licin dan Daya Cengkeram Rendah
Secara fisik, polipropilena adalah plastik yang memiliki koefisien gesek rendah. Hal ini membuat permukaan tali terasa licin, terutama jika dalam kondisi basah atau terkena minyak.
- Masalah Simpul: Karena sifatnya yang licin, simpul pada tali PP cenderung lebih mudah melonggar atau terurai (slipping) dibandingkan pada tali Manila atau Nilon. Hal ini membutuhkan teknik penali-temalian yang lebih rumit untuk memastikan keamanan.
- Kesulitan Penanganan: Operator rigging sering kali kesulitan mempertahankan pegangan (grip) yang mantap pada tali PP tanpa bantuan alat mekanis atau sarung tangan khusus.
5. Elastisitas yang Rendah
Berbeda dengan tali Nilon yang bersifat elastis dan mampu menyerap hentakan (shock load), tali PP memiliki tingkat regangan yang relatif rendah.
- Risiko Hentakan Mendadak: Jika tali PP digunakan untuk menarik beban yang tiba-tiba tersentak (misalnya penarikan kapal di laut bergelombang), tali tidak akan meregang untuk menyerap energi tersebut. Akibatnya, energi kinetik langsung dihantamkan pada tali, yang sering kali menyebabkan tali putus seketika karena tidak adanya efek "pegas".
Baca Juga:
Kekurangan atau Kelemahan Tali Nilon
6. Dampak Lingkungan dan Mikroplastik
Di era industri hijau, kelemahan tali PP juga terletak pada kontribusi limbahnya.
- Tali PP tidak dapat terurai secara alami.
- Karena sifatnya yang mudah berserabut akibat gesekan, tali PP melepaskan jutaan partikel mikroplastik ke lautan setiap kali digunakan. Partikel ini tidak dapat hilang dan merusak ekosistem laut dalam jangka panjang.
7. Cara Menggunakan Tali PP dengan Aman
Jika anggaran atau kebutuhan memaksa Anda tetap menggunakan tali PP, ikuti panduan mitigasi berikut:
- Hindari Penyimpanan Terbuka: Selalu simpan tali PP di dalam gudang yang gelap atau tertutup terpal saat tidak digunakan untuk memperlambat kerusakan akibat matahari.
- Inspeksi Visual Harian: Periksa adanya bagian yang mengkilap (bekas leleh) atau berserbuk putih. Jika ditemukan, segera potong bagian tersebut atau ganti tali secara keseluruhan.
- Gunakan Pelindung: Pasang selongsong pelindung pada titik-titik tali yang bersentuhan dengan permukaan kasar untuk mengurangi abrasi.
Kekurangan atau kelemahan tali PP menjadikannya material yang tidak direkomendasikan untuk aplikasi pengangkatan kritis atau penggunaan jangka panjang di bawah terik matahari. Tali ini lebih cocok untuk fungsi sekunder, seperti pengikatan barang ringan, pembatas area, atau penggunaan di dalam ruangan yang terlindung dari panas dan UV.
Selalu ingat bahwa harga yang murah sering kali datang dengan biaya risiko yang lebih tinggi. Pastikan Anda melakukan penilaian risiko yang tepat sebelum menentukan apakah tali PP adalah pilihan yang benar untuk operasional Anda.
Apakah Anda saat ini sedang bingung memilih antara tali PP atau Poliester untuk kebutuhan tambat kapal yang efisien namun tetap aman? Kami dapat membantu Anda, silahkan hubungi tim marketing kami.


