kontak asmarine

Jenis Jangkar Yang Harus Kalian Ketahui

 

Jangkar adalah komponen keselamatan paling vital pada sebuah kapal. Sejarah mencatat bahwa sejak ribuan tahun lalu, pelaut telah menggunakan batu besar yang diikat tali untuk menahan posisi kapal mereka agar tidak hanyut terbawa arus atau angin. Namun, seiring dengan kemajuan teknologi metalurgi dan desain hidrodinamika, jangkar telah berevolusi menjadi alat yang sangat kompleks dengan berbagai bentuk khusus.

Memahami jenis jangkar yang harus kalian ketahui bukan hanya soal estetika, melainkan soal keamanan nyawa dan aset. Jangkar yang bekerja sangat baik di dasar laut berpasir mungkin akan gagal total jika digunakan di dasar laut yang berbatu atau berlumpur tebal. Artikel ini akan membedah tuntas berbagai tipe jangkar, mekanisme kerjanya, serta kelebihan dan kekurangannya.

 

1. Bagaimana Jangkar Bekerja?

Sebelum masuk ke jenis-jenisnya, penting untuk memahami prinsip dasar "daya cengkeram" (holding power). Jangkar bekerja dengan dua cara utama:

  1. Menahan kapal murni karena massa jangkar yang sangat berat (umumnya digunakan oleh kapal-kapal kuno atau jangkar permanen/blok beton).
  2. Desain jangkar memungkinkan bagian ujungnya (flukes) menancap dan terkubur di dalam dasar laut saat kapal menarik rantai jangkar secara horizontal.

 

 

2. Jenis-Jenis Jangkar Kapal Berdasarkan Desain dan Fungsinya

Berikut adalah daftar jangkar yang paling umum digunakan dalam industri maritim modern:

A. Jangkar Stockless

Ini adalah jenis jangkar yang paling sering kita lihat pada kapal-kapal niaga besar, kapal tanker, dan kapal kontainer. Desainnya yang simpel memungkinkan jangkar ini ditarik masuk sepenuhnya ke dalam lubang jangkar (hawse pipe) di lambung kapal.

  • Kelebihan: Sangat praktis untuk penyimpanan, mudah dioperasikan, dan cukup andal di berbagai jenis dasar laut.
  • Kekurangan: Daya cengkeramnya tidak sekuat jangkar jenis lain dengan berat yang sama karena tidak memiliki "batang" (stock) untuk menyeimbangkan posisi flukes di dasar laut.

B. Jangkar Danforth

Jangkar ini sangat populer untuk kapal pesiar, yacht, dan kapal cepat. Memiliki dua daun (flukes) yang panjang, tipis, dan sangat tajam.

  • Kelebihan: Memiliki rasio daya cengkeram terhadap berat yang luar biasa. Sangat efektif di dasar laut berpasir atau berlumpur keras.
  • Kekurangan: Karena bentuknya yang lebar dan tipis, jangkar ini sulit menembus dasar laut yang ditumbuhi rumput laut tebal atau bebatuan. Selain itu, jika arah angin berubah drastis, jangkar ini berisiko terlepas dari tancapannya.

C. Jangkar AC-14 (High Holding Power Anchor)

Jangkar AC-14 adalah pengembangan dari desain stockless namun dengan efisiensi yang ditingkatkan secara drastis. Ia dikategorikan sebagai High Holding Power (HHP).

  • Kelebihan: Memiliki sirip penyeimbang yang memastikan jangkar selalu jatuh dalam posisi siap mencengkeram. Digunakan luas pada kapal-kapal besar yang membutuhkan keamanan ekstra namun tetap ingin kepraktisan penyimpanan stockless.

D. Jangkar Hall

Jangkar Hall adalah salah satu desain tertua dari tipe stockless yang masih digunakan hingga saat ini, terutama pada kapal kargo tradisional.

  • Karakteristik: Memiliki bagian kepala yang sangat berat dan daun jangkar yang dapat berputar sekitar 45 derajat. Desainnya yang kokoh membuatnya sangat tahan lama meskipun sering menghantam struktur lambung kapal.

E. Jangkar Grapnel (Jangkar Payung/Lipat)

Jangkar ini memiliki empat atau lebih "kuku" yang melingkar. Biasanya digunakan oleh kapal kecil atau perahu nelayan tradisional.

  • Kelebihan: Sangat efektif di dasar laut yang penuh dengan batu karang atau rongsokan logam karena kukunya dapat mengait pada celah-celah keras. Sering kali didesain bisa dilipat sehingga hemat ruang di perahu kecil.
  • Kekurangan: Daya cengkeramnya sangat rendah di dasar laut berpasir karena tidak memiliki luas permukaan daun untuk menancap.

F. Jangkar Mushroom (Jangkar Jamur)

Seperti namanya, jangkar ini berbentuk seperti jamur terbalik. Jangkar ini tidak memiliki bagian tajam untuk menancap secara aktif.

  • Kelebihan: Digunakan untuk penambatan permanen jangka panjang (permanent mooring), seperti untuk kapal suar atau pelampung navigasi (buoy). Seiring waktu, jangkar ini akan tenggelam ke dalam lumpur dan menciptakan efek vakum yang sangat kuat.

 

 

3. Komponen Utama Jangkar Kapal

Setiap jenis jangkar umumnya terdiri dari bagian-bagian berikut:

  • Shank (Batang Utama), Bagian panjang yang menghubungkan rantai dengan kepala jangkar.
  • Flukes (Daun Jangkar), Bagian tajam yang bertugas mencengkeram dasar laut.
  • Crown (Kepala Jangkar), Bagian bawah tempat batang dan daun bertemu.
  • Tripping Palm, Bagian yang menonjol pada jangkar stockless untuk memaksa daun jangkar membuka saat menyentuh dasar laut.

 

4. Faktor Penentu Memilih Jenis Jangkar

Jika kalian sedang mempertimbangkan jangkar untuk kapal kalian, perhatikan faktor-faktor berikut:

1. Kondisi Dasar Laut (Seabed):

  • Pasir: Danforth atau Bruce anchor sangat disarankan.
  • Lumpur Lunak: Membutuhkan daun jangkar yang luas agar tidak "los".
  • Batu/Karang: Grapnel atau jangkar dengan struktur kaku diperlukan untuk mengait celah.

2. Ukuran dan Berat Kapal: Kapal besar membutuhkan jangkar dengan sertifikat kelas internasional (seperti LR, ABS, atau BV) untuk menjamin kualitas materialnya.

3. Metode Penyimpanan: Apakah kapal kalian memiliki lubang jangkar (hawse pipe) atau jangkar akan diletakkan di atas dek? Kapal dengan hawse pipe wajib menggunakan jenis stockless.

 

5. Tips Perawatan Jangkar Agar Tahan Lama

Jangkar yang tidak dirawat dapat mengalami korosi yang melemahkan struktur daunnya.

  • Bilas dengan Air Tawar: Setelah digunakan di laut, bilas jangkar dan rantainya dengan air tawar untuk menghilangkan kadar garam yang memicu karat.
  • Inspeksi Shackle: Bagian yang paling sering rusak bukanlah jangkarnya, melainkan shackle (segel) yang menghubungkan jangkar ke rantai. Pastikan pin pengunci masih dalam kondisi baik.
  • Pengecatan Ulang: Untuk jangkar berbahan besi, lakukan pengecatan ulang secara berkala dengan cat anti-karat khusus maritim atau pastikan lapisan galvanisnya masih tebal.

 

Mengetahui berbagai jenis jangkar yang harus kalian ketahui adalah investasi penting dalam keselamatan pelayaran. Jangkar bukan sekadar pemberat, melainkan sistem mekanis yang dirancang khusus untuk menghadapi karakter dasar laut yang berbeda-beda.

Pilihlah jangkar yang sesuai dengan ukuran kapal dan medan yang paling sering kalian kunjungi. Jangan lupa untuk selalu menyediakan jangkar cadangan di atas kapal untuk mengantisipasi situasi darurat seperti jangkar utama yang tersangkut di karang dan harus diputuskan.

Apakah kalian saat ini sedang mencari jangkar untuk kapal nelayan atau kapal kargo dan kapal lainnya? Kami PT. Anugrah Sukses Marine menjual alat angkat & alat kapal terpercaya di Indonesia, silahkan menghubungi tim marketing kami untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai alat angkat dan alat kapal.

 

Silahkan beritahu kami apa yang dapat kami bantu ?

Marketing Anugrah Sukses Marine
Admin Sales Account 1
6285777304523
Marketing Anugrah Sukses Marine
Admin Sales Account 2
6281932061302
PT. Anugrah Sukses Marine
WhatsApp